300x250 AD TOP

Services

Elegant Themes

Recent Posts

Kamis, 20 November 2014

Tagged under: ,

Mengenal Lebih Dekat Peradaban Inca

Chalwanka adalah group musik berasal dari pegunungan Andes, Amerika Selatan. Dan nama Chalwanka sendiri berasal dari bahasa asli Suku Inca yaitu bahasa Quechua (Kechua) yang artinya "Ikan Batu". 
Untuk melengkapi info seputar Inca, berikut kami kutip tulisan Yoez Soehedi (yang merangkum tulisan tentang Inca dari berbagai sumber). Tulisan yang terdiri dari 3 bagian ini kami kutip dari FB Chalwanka-Teers. Tanpa mengurangi makna, beberapa bagian telah diedit dari sisi tata bahasa agar lebih enak dibaca. Selamat membaca ...

Inca biasanya di eja dengan inka dan dikenal juga dengan nama Tiwantinsuya. Sebagai salah satu peradaban kuno yang hadir di muka bumi ribuan tahun yang lalu, peradaban inca tentu juga mengalami perkembangan.

Sama seperti peradaban kuno lainnya, informasi asli tentang Inca tidak begitu diketahui. Rekaman sejarah mereka, begitu juga dengan suku bangsa lainnya yang berkembang di dunia ini terekam melalui tradisi oral dari mulut ke mulut, batu, barang pecah belah dari tanah, perhiasan emas , perak dan permadani yang masih ada di masyarakat.

Peradaban inca bangsa Peru mengandung pesona mistis dan sangat menarik bagi dunia barat. 400 tahun yang lalu, kekayaan yang menakjubkan berupa emas dan perak peninggalan bangsa ini ditemukan dan kemudian secara sistematis dijarah dan dirampas oleh penjajah Spanyol.

Barang-barang rampasan yang mereka (Spanyol) bawa pulang berhasil mengubah keseluruhan sistem ekonomi Eropa. Dan dengan penuh kesadaran, mereka meninggalkan sebuah peradaban maju dalam keadaan compang-camping.

Tidak ada yang tahu dari mana bangsa Inca datang, rekaman sejarah yang ada di batu-batu menjadi pegangan para arkeolog selama berabad-abad untuk memecahkan misteri ini.

Imperium Inca berkuasa dalam masa yang sangat singkat. Sekitar 100 tahun. Semenjak 1438, ketika raja Inca Pachacuti dan pasukannya memulai penaklukan daerah yang mengelilingi pusat inca di Cuzco sampai kedatangan bangsa Spanyol pada 1532.

Pada 1438 bangsa Inca sudah mulai keluar dari pusat pemerintahannya di Cuzco untuk menaklukkan daerah lainnya. Selama 50 tahun mereka berhasil menguasai daerah yang sekarang dikenal dengan Peru, Bolivia, Argentina Utara, Chile dan Ekuador.

Dengan daerah seluas ini, Bangsa Inca mendirikan sebuah negara yang memungkinkan pemimpin suku dan beberapa bangsawan menjadi raja dan pemimpin. Kebanyakan catatan menunjukkkan ada 13 kaisar yang memimpin bangsa Inca . kaisar-kaisar ini di kenal dengan gelar yang berbeda-beda termasuk “Sapa Inca”, “Capac Apu”, “Intip Cori”. Seringkali kaisar ini disebut dengan The Inca.


Tujuh orang kaisar yang pertama melegenda, bersifat lokal dan dianggap kurang penting. Selama masa ini, bangsa Inca adalah suku yang kecil, satu dari sekian banyak suku yang ada, yang daerah kekuasaannya sangat kecil tidak sampai bermil-mil dari pusat kotanya Cuzco.

Mereka adalah para prajurit yang seringkali berperang dengan suku-suku lain yang berdekatan dengan mereka. Ritual pengorbanan adalah hal yang biasa. Suatu bukti yang berhasil ditemukan oleh para arkeolog baru-baru ini.

Cuzco adalah pusat dari imperium Inca. Dengan kemajuan dibidang teknik hidrolik, teknik di bidang pertanian, arsitektur yang menakjubkan, tekstil, keramik dan kerajinan dari besi.

Kaisar bangsa Inca yaitu :

  1. Manco Capac
  2. Sinchi Roca
  3. Lloque Yupanqui
  4. Maita Capac
  5. Capac Yapancui
  6. Inca Roca
  7. Yahuar Huacac
  8. Inca Viracocha
  9. Pachacuti-Inca-Yupanqui
  10. Topa Inca Yupanqui
  11. Huayna Capac
  12. Huascar
  13. Atahuallpa

Penaklukan yang luar biasa mulai terjadi pada masa anaknya Viracocha yaitu Pachachuti yang merupakan salah satu penakluk yang luar biasa, dan dianggap sebagai legenda dalam sejarah bangsa Amerika. Dengan pencapaiannya pada tahun 1438, inilah yang dianggap sebagai sejarah Inca dimulai. Hampir semua penulis sejarah setuju dengan hal ini.

Pachacuti dikenal sebagai orang yang paling hebat yang pernah lahir dari suku asli Amerika. Dia dan anaknya Topa Inca adalah penguasa yang sangat hebat yang berhasil menaklukkan banyak daerah dan membangun kerajaan mereka sendiri.

Pachacuti adalah seorang Civic Planner yang sangat hebat. Tradisi yang ada menganggap dialah yang merancang kota Cuzco, begitu juga dengan pembangunan bangunan-bangunan batu yang sampai saat ini bisa kita kunjungi di Cuzco.

Suku yang berdiam di sekitar danau Titicaca yang menggunakan bahasa Aymara yaitu Colla dan Lupaca merupakan suku yang pertama ditaklukkan oleh bangsa Inca. Kemudian baru suku Chanca di bagian barat. Kemudian setelah itu, penaklukan berjalan lambat karena suku-suku yang tinggal di daerah utara memberikan perlawanan yang keras.

Daerah utara yang berhasil ditaklukkan adalah Quito, Equador termasuk juga kerajaan yang berperadaban dan kuat yaitu kerajaan Chim di daerah pantai bagian utara.

Topa Inca kemudian mengambil alih kekuasaan ayahnya dan kemudian mulai menaklukkan daerah bagian selatan, menaklukkan seluruh bagian selatan Chile sampai ke sungai Maure.

Kemudian anaknya Huayna Capac melanjutkan penaklukan ke daerah Ekuador sampai ke sungai Ancasmayo yang sekarang merupakan batas antara Ekuador dan Colombia.


Bangsa Inca memberi nama imperium mereka dengan nama “Land of the four quarters” atau dikenal juga Tahuantinsuyu Empire. Membentang sejauh 2.500 mil melewati gunung Andrean dari Colombia ke Chile dan mencapai bagian timur. Dan bagian barat dari gurun pinggir pantai yang kering yang disebut dengan Atacama sampai ke hutan hujan Amazon.

Bangsa Inca menguasai Gunung Andrean Cordillera yang merupakan gunung tertinggi dan berbahaya kedua setelah Himalaya. Kehidupan masyarakat terdapat pada ketinggian 15.000 kaki sedangkan kehidupan ritualnya terdapat pada ketinggian 22.057 kaki, tempat sekarang ditemukannya situs keagamaan bangsa Inca.

Jalan-jalan di gunung dan panggung upacara keagamaan dibangun dan memerlukan waktu yang lama untuk mengangkut tanah, batu dan rumput ke tempat yang sangat tinggi itu.

Walaupun dengan menggunakan pakaian dan perlengkapan gunung terbaru sekarang ini, akan sangat sulit untuk menyesuaikan diri dengan cuaca dingin dan dehidrasi pada ketinggian yang seperti ini yang ternyata mampu diatasi oleh bangsa Inca.

Kemampuan untuk bisa membawa barang-barang ke tempat yang sangat tinggi ini sampai saat ini masih membingungkan para ahli.

Imperium Inca merupakan kerajaan yang mempunyai negara sendiri dengan daerah yang paling besar di belahan barat dunia ini. Kekayaan dari orang-orang Inca legendaris ini telah memikat banyak antropolog dan arkeolog ke negara/ Gunung Andrean untuk mengetahui keahlian bangsa Inca dan penyebab kehancurannya.

Bangsa Inca mempunyai sistem jalan yang luar biasa. Satu jalan mampu melewati semua pantai South American Pacific. Jalanan itu membutuhkan teknik dan arsitektur yang luar biasa untuk bisa dibangun mengingat bangsa Inca tinggal di atas Gunung Andrean.

Di pesisir pantai, jalanan yang ada tidak terlihat di permukaan dan ditandai hanya dengan batang pohon. Bangsa Inca meratakan jalan mereka dengan menggunakan batu yang datar dan membangun dinding batu agar para pejalan tidak terjatuh dari tebing.

Merujuk pada kemampuan jalannya yang bisa digunakan pada semua musim, 14.000 mil jalan bangsa Inca merupakan suatu hal yang mengherankan dan merupakan perintis yang dapat dipercaya bagi kehadiran automobile dewasa ini.

Komunikasi dan transportasi sangat efisien dan cepat, menghubungkan orang-orang yang tinggal diatas pegunungan dan penduduk dataran rendah lainnya dengan pusat kota Cuzco.

Material bangunan dan arak-arakan upacara yang sudah berlangsung ribuan tahun melalui jalanan itu sampai saat ini masih bisa kita lihat dengan kondisi yang sangat bagus. Jalanan itu dibangun agar mampu bertahan terhadap cuaca yang sangat ekstrem, badai, banjir, kekeringan dan hujan es.

Sistem jalanannya melewati lembah yang dalam dan gunung yang tinggi, gundukan salju, rawa, batuan yang dinamis, sungai dengan arus yang kuat, pada beberapa bagian jalanannya terlihat halus dan rata.

Di mana-mana jalanannya terlihat bersih dan terjaga dari bermacam sampah dilengkapi dengan adanya pondok-pondok kecil, gudang penyimpanan, kuil yang menghadap matahari dan pos penjagaan di sepanjang jalan itu.

Bangsa Inca tidak menemukan roda, sehingga semua pekerjaan dikerjakan dengan menggunakan bantuan kaki. Untuk membantu para pejalan, pondok istirahat dibangun di setiap beberapa kilometer. Di pondok ini mereka bisa menginap, memasak makanan ataupun beristirahat sejenak.

Jembatan merupakan satu-satunya cara mereka melewati sungai. Jika ada salah satu jembatan yang rusak, maka seluruh system jalan akan kacau. Jika ada salah satu jalan yang rusak, maka penduduk setempat akan secepat mungkin memperbaikinya.

Masyarakat
Masyarakat Inca terdiri dari Ayllus yaitu kumpulan sekelompok suku/clan yang hidup dan bekerja bersama-sama. Setiap Ayllus dipimpin oleh seorang Curaca atau kepala. Setiap keluarga hidup di rumah yang terbuat dari batu dan beratapkan jerami.

Kentang merupakan makanan pokok bangsa Inca. Kekaisaran Inca menggunakan baju yang terbuat dari Alpaca dan banyak dari upacara keagamaan mereka yang melibatkan binatang. Mereka menggunakan sandal sebagai alas kaki mereka.

Dalam struktur sosial Inca, sang penguasa Sapa Inca dan istrinya The Coyas memiliki kekuasaan yang tak terbatas terhadap seluruh daerah kekuasaannya. Kemudian dibawahnya baru pendeta agung dan kepala komandan semua pasukan.

Kemudian di bawahnya lagi ada 4 apus yang merupakan komandan pasukan di daerah. Kemudian baru pendeta di daerah, arsitek, administrator dan para tentara. Kemudian baru tukang batu, pemusik, dan akuntan. Dan derajat paling rendah adalah dukun, petani, pengembala, dan hansip.

Struktur masyarakat Inca bertahan seperti ini selama ratusan tahun. Kemunculan orang asing berkulit terang/ putih semasa pemerintahan Atahuallapa merupakan satu-satunya perubahan yang terjadi dalam sejarah Inca.

Wabah mematikan akhirnya melenyapkan kekaisaran Inca. Sebagian yang selamat akhirnya harus berhadapan dengan pedang dan meriam bangsa Spanyol yang kemudian datang menjajah setelah terlebih dahulu menunjukkan tempat penyimpanan emas mereka. Raja Atahualpa juga terbunuh akibat dicekik oleh bangsa Spanyol.

Agama
Mereka percaya semua dewa yang ada itu diciptakan oleh sesuatu yang abadi, tidak nampak dan mempunyai kekuatan yang sangat dahsyat yaitu Tuhannya para Dewa yang dikenal dengan nama Wiraqocha atau Dewa Matahari. Raja bangsa Inca dianggap sebagai Sapan Intiq Churin, satu-satunya anak Matahari.

Bangsa Inca adalah bangsa yang sangat religius. Mereka takut kalau setan bisa datang kapan saja. Ahli sihir menduduki posisi yang tinggi dalam masyarakat karena dianggap sebagai pelindung dari roh jahat.

Mereka juga percaya dengan reinkarnasi, menyimpan potongan-potongan kuku mereka dan juga potongan rambut mereka dengan anggapan roh yang kembali akan membutuhkannya.

Kehidupan religius bangsa Inca ini tersimpan di tengah-tengah hutan yang dikenal dengan nama Sacsayhuaman. Di situlah terdapat Cuzco. “The Naval of The World”, rumahnya Raja Bangsa Inca dan tempat terletaknya Kuil Agung Matahari. Di tempat inilah kekayaan bangsa Inca dengan mudah dapat ditemukan sebagai bukti keberadaan mereka. Dengan gedung-gedung yang indah, didekorasi dengan emas dan perak.

Bangsa Inca menyembah Dewi Bumi Pachamama dan Dewa Matahari The Inti. Raja Inca, penguasa kekaisaran Inca dianggap sebagai orang suci dan merupakan anak dari Dewa Matahari. Dalam legenda Inca disebutkan bahwa Dewa Matahari mengirim anaknya Manco Capac dan Mama Ocillo untuk menemukan Cuzco, kota suci dan ibukota dari Imperium Inca.


Selama 400-an tahun kota benteng Inca itu tersembunyi di pegunungan Andes. Karena letaknya tidak pernah diketahui, kota yang megah itu dianggap satu legenda di kalangan Indian Andean.

Catatan sejarah mengenai kebudayaan Indian Andean (suku-suku Indian yang hidup di kawasan pegunungan Andes) Amerika Selatan, menyebutkan bahwa kota benteng itu dibangun saat orang-orang Spanyol menjajah daerah Inca (Peru sekarang) dan sekitarnya pada 1530-an. Namun selama berabad-abad tidak diketahui pasti keberadaannya.

Banyak ekspedisi yang dilakukan sejak tahun 1800 sampai 1900-an untuk mencari kota Inca yang hilang itu. Namun semua ekspedisi tak pernah berhasil menemukan kota benteng berjulukan Machu Picchu itu.

Ekspedisi-ekspedisi yang dilakukan sudah menjelajah hampir seluruh daerah Inca dan taklukkannya. Mulai dari ibukota Inca di Cuzco sampai pedalaman lembah dan hutan yang menyelimuti area pegunungan Andes dan sekitarnya, namun semua sia-sia. Lalu orang menganggap Machu Picchu tak lebih sekadar omong kosong.

Sampai akhirnya seorang penjelajah Amerika, peneliti sejarah Amerika Selatan dari Yale University, Profesor Hiram Bingham merancang ekspedisi untuk menemukan kota Inca yang hilang itu. Ia sudah melakukan riset dan perjalanan ke beberapa daerah kebudayaan Inca dan menemukan semacam petunjuk-petunjuk mengenai keberadaan Machu Picchu (kota benteng pertahanan terakhir Inca menentang penjajahan Spanyol).

Ekspedisi itu berlangsung pada Juni 1911. Bingham mengikutsertakan 2 sejawat dan beberapa suku Indian Andean sebagai pembantunya. Mereka melakukan perjalanan panjang di sekitar lembah Urubamba yang eksotis, melintasi jalur yang belum pernah dilewati ekpedisi lainnya. Lembah luas yang tertutup hutan dan dibelah Sungai Urubamba itu terletak di wilayah selatan Peru, tak jauh dari garis luar perbatasan Cuzco.

Ekpedisi berminggu-minggu itu sudah diambang kegagalan karena tak juga berhasil mendapat petunjuk jelas tentang letak kota yang hilang itu. Pada Juli 1911 di pagi yang berhujan, seluruh tim meminta Bingham untuk menutup ekspedisi itu.

Namun di tengah keputusasaan, titik terang muncul dari seorang pemilik “penginapan” kecil terpencil di lembah Urubamba. Ia menunjukkan satu lokasi puing-puing Inca lama yang berada di seberang sungai Urubamba, tak jauh dari puncak Machu Picchu dan Huayna Picchu. Kedua gunung itu sangat terjal dan bercadas dan tampak begitu sangar.

Bingham kemudian mengajak si pemilik penginapan untuk meninjau lokasi yang dimaksud. Berdua dengan perbekalan yang dipanggul "lama" (sejenis unta Andes), mereka menyeberangi Sungai Urubamba dan mencapai lokasi yang dimaksud. Di situ Bingham menemukan jejak sangat samar yang mengarah ke gunung setinggi 2.350 meter.

Saat beristirahat, Bingham bertemu dua orang Indian. Setelah beramah tamah dan minum bersama, kedua Indian memberitahunya bahwa tak jauh di depan ada satu tikungan menuju area kebun bertingkat kuno yang dikungkung tembok batu tersamar tanaman perdu.

Setengah percaya, Bingham bergegas menelusuri rute yang ditunjuk kedua Indian itu. Ditelusurinya jalur tingkungan yang mendaki dan Hiram Bingham terperanjat bukan kepalang. Nun di atas sana ia melihat jajaran petak-petak batu, benteng dan bangunan yang terbuat dari marmer dalam area yang cukup luas.

Terhampar di dataran yang dijepit dua puncak gunung (saddle area). Ia senang luar biasa dan mendekati kompleks bangunan tua itu. Ternyata ia telah berhasil menemukan kota Inca yang hilang!

Penaklukan Kerajaan Inca
Francisco Pizarro, dikenal sebagai penakluk kerajaan Inca. Ia yang bertanggung jawab atas tragedi pembunuhan Raja Atahualpa, dan satu-satunya penyandera yang mendapat tebusan paling mahal dalam sejarah.

Pizarro sebelumnya bekerja pada penakluk asal Spanyol Alonso de Ojeda selama dalam ekspedisinya ke Colombia pada 1510. Lalu bersama Vasco Nunez de Balboa, si penemu Samudra Pasifik pada 1513.

Dari pengalamannya ia mengetahui ada peradaban Inca di Amerika Selatan. Istimewanya suku Inca ini kabarnya sangat kaya dan menyimpan banyak harta. Bersama rekannya Diego de Almagro ia membentuk aliansi. Dan melakukan ekspedisi ke Amerika Selatan pada 1524.

Ekspedisi pertama ini hanya menjelajah sejauh tempat yang kini bernama Equador. Namun pada ekspedisi kedua mereka mencapai lebih jauh dan menemukan bukti-bukti akan keberadaan kerajaan Inca.

Dengan bantuan Kaisar Charles V, dan jaminan bahwa ia akan mendapatkan mayoritas keuntungan di masa depan dari ekspedisinya itu, maka Pizarro berlayar ke Peru dan mendarat di Tumbes pada 1532. Dia memimpin pasukannya ke Pegunungan Andes menuju kota Inca bernama Cajamarca dan di sana menemui penguasa Inca bernama Atahualpa.

Berhasil mendekati Atahualpa yang baru saja memenangkan perang perluasan wilayah dalam kerajaan Inca terbesar, Pizzaro langsung mendapatkan kepercayaan dari sang raja. Namun dengan liciknya Pizarro menangkap Atahualpa dan meminta tebusan untuk nyawa sang raja.

Atahualpa bersedia memenuhi tuntutannya berupa satu ruangan yang dipenuhi dengan emas permata dan satu ruangan lain berisi perak. Tebusan ini diterima Pizarro dengan gembira. Setelah seluruh harta itu diangkut ke Spanyol dan sebagaian dimilikinya, Pizarro dengan tipu muslihat kembali menuduh Atahualpa melakukan kejahatan. Dan ia membunuh sang raja.

Dalam keadan chaos dan perebutan kekuasaan di wilayah Inca yang luas, Pizarro dan pasukannya akhirnya berhasil menaklukkan seluruh Peru. Pada 1533 pertahanan Inca berakhir dengan jatuhnya ibukkota Cuzco ke tangan Spanyol.

Sisa-sisa orang Inca yang tak mau takluk pada Francisco Pizarro melarikan diri ke pedalaman dan mendaki pegunungan Andes. Mereka kemudian membentuk komunitas dan membangun benteng sekaligus kota megah di suatu tempat yang kemudian dikenal sebagai Machu Picchu.

Machu Picchu sendiri dibangun sekitar tahun 1460-an oleh Pachacuti Inca Yupanqui, seorang penguasa Inca. Digunakan sebagai bangunan pemujaan terhadap dewa-dewa Inca dan tempat pengasingan.

Setelah Pachacuti mangkat, penguasa baru mengambil alih wilayahnya. Dan bangunan Machu Picchu terlupakan dan akhirnya terbengkalai. Sampai akhirnya kembali digunakan para pelarian Inca sebagai benteng terakhir mereka.

Awal dan Akhir Kerajaan Inca
Orang-orang Inca adalah suku yang keras. Mereka menjadi penguasa wilayah Andes sebelum ditaklukkan penjelajah Spanyol.

Inca mengawali sejarah peradabannya di wilayah Cuzco sekitar abad ke-12. Di bawah kepemimpinan Manco Capac, suku Inca membangun kota negara kecil Cuzco (Quechua). Dari wilayah ini mereka melebarkan sayap, meluaskan wilayah ke area-area sekitarnya di daratan Andes.

Pada tahun 1438, Inca tumbuh semakin kuat dan memulai ekpansi militer di bawah komando Sapa Inca (Panglima Tinggi) Pachacuti. Dalam waktu singkat wilayah suku lain di sekitar Cuzco ditaklukkan dan disatukan dalam kekuasaan Inca.

Pachacuti kemudian mereorganisasi kerajaan Cuzco menjadi imperium Tahuantinsuyu dengan sistem feodal. Pemerintahan terpusat yang membagi seluruh wilayah kekuasaan Inca menjadi empat provinsi.

Ditunjuk empat gubernur yakni Chinchasayu (wilayah barat laut), Antisuyu (wilayah timur laut), Contiyusu (wilayah barat daya) dan Collasuyu (wilayah tenggara).

Untuk kepentingan keluarga kerjaan, Pachacuti membangun Machu Picchu, sebagai “villa” keluarga kerjaan dan tempat pemujaan di lokasi terpencil di pegunungan.

Pachacuti mengatur Imperium Inca dan mengirimkan mata-mata ke semua wilayah di luar kekuasaannya untuk mendapatkan data intelijen tentang politik, militer, dan informasi lainnya.

Ia mengirimkan pesan kepada negara tetangga untuk bersatu di bawah Imperium Inca agar seluruh Indian Andean (suku-suku Indian di Andes dan sekitarnya) menjadi lebih kuat dan kaya raya. Sebagian kerajaan tetangga setuju untuk bersatu dengannya dalam damai.

Imperium Inca semakin luas dan besar. Pachacuti dan anaknya Tupac Inca selaku Panglima Militer pada tahun 1463-an melakukan ekspansi ke utara. Saat Pachacuti wafat (1471), Tupac Inca melanjutkan eskpansi militer tersebut dan menaklukkan kerajaan Chimor, musuh besar Inca di pantai Peru. Serdadu Ekspedisi Tupac Inca terus merangsek ke utara dan menguasai wilayah Equador dan Kolombia (yang sekarang).


Ekspansi militer kemudian diteruskan anaknya Huayna Capac ke wilayah selatan. Ia berhasil menundukkan seluruh Peru, Bolivia, terus ke Chili dan sebagian Argentina. Sejak itu Inca menjadi benar-benar luas, besar, terorganisir dan kaya raya. Semua pendapatan dihitung dalam persentase lalu dengan sistem pajak dan bagi hasil dibagi kepada wilayah-wilayah sekutu.

Namun perselisihan antara provinsi mulai terjadi dan intrik-intrik perebutan kekuasaan pecah secara tertutup maupun terbuka. Sampai Imperium Inca mulai merapuh secara politik dan militer, akhirnya seratusan tentara ekspedisi Spanyol mendarat.

Dengan tipu daya dan persenjataan modern memanfaatkan kekacauan dan menaklukkan seluruh Inca dengan mudah sejak 1530-an. Perang habis-habisan melawan Spanyol dipimpin raja Inca terakhir Tupac Amaru pada 1571. Benteng pertahanan Inca runtuh dan semua tentara Inca yang tersisa dibantai. Inilah akhir Imperium Inca.

2 komentar:

  1. Nikmati Serunya Bermain Tembak Ikan Online Di Agen Terpercaya!
    Raih Keberuntungan & Menangkan Jackpot Jutaan Rupiah..
    Yuk Gabung Bersama Bolavita Di Website www. bolavita. club

    Untuk Info, Bisa Hubungi Customer Service Kami ( SIAP MELAYANI 24 JAM ) :
    BBM: BOLAVITA
    WeChat: BOLAVITA
    WA: +6281377055002
    Line : cs_bolavita

    BalasHapus
  2. sejak kedatangan bangsa Spanyol, kebudayaan suku Inca memudar

    BalasHapus